Baktiartha communications iklan koran logo  
Google
 
pasang iklan koran
BAKTIARTHA COMMUNICATIONS Melayani Jasa Pemasangan untuk IKLAN, KOLOM, DISPLAY, IKLAN DUKA CITA, IKLAN PENGUMUMAN, IKLAN LELANG, IKLAN LAPORAN KEUANGAN, PROSPEKTUS, IKLAN LOWONGAN KERJA, KOMPAS, MEDIA INDONESIA, TEMPO, PIKIRAN RAKYAT BANDUNG, WARTA KOTA , POS KOTA, SUARA PEMBARUAN, REPUBLIKA, BISNIS INDONESIA, MEDIA INDONESIA, THE JAKARTA POST, BERITA KOTA, HARIAN TERBIT, INDO POS, KORAN JAKARTA, KORAN TEMPO, NERACA, NONSTOP, RAKYAT MERDEKA, SEPUTAR INDONESIA, SINAR HARAPAN, SUARA KARYA, WARTA KOTA, INVESTOR DAILY, LAMPU HIJAU, PIKIRAN RAKYAT, BALI POST, JAWA POST, SINAR HARAPAN , SINGGALANG, KEDAULATAN RAKYAT, KALTIM POST, SATELIT NEWS, RADAR BOGOR, RADAR BANTEN, Iklan Koran DAERAH di Indonesia.
HOME   CONTOH IKLAN KORAN   CONTACT   LINKS Bookmark and Share
 
 
Iklan koran jabodetabek
Iklan koran daerah
Iklan koran tips
Iklan koran online
Counter Powered by  RedCounter
Powered by  MyPagerank.Net
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Valid CSS!
free search engine website submission top optimization
test speed
Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!
NZPAGES - Your New Zealand Web Site Directory
Free SEO Tools
01webdirectory.com
Powered by Mysiterank
Pasang Iklan Koran

Create Your Badge
10 Web Terbaik Indonesia
 


KPPPI Temukan 150 Iklan Bermasalah

Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) berjanji terus memonitor iklan yang akan maupun sudah beredar di masyarakat. Itu dilakukan untuk menekan jumlah pelanggaran etika periklanan yang cenderung masih tinggi.

Ketua Umum PPPI Harris Thajeb mengatakan, bisnis pariwara atau iklan menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan yang cukup tinggi di Indonesia. Terlebih dengan semakin ketatnya persaingan bisnis, maka iklan menjadi sarana komunikasi utama untuk merebut pasar. Kreativitas dan inovasi pun menjadi keharusan agar iklan dapat menarik konsumen. “Sayang, tidak semua iklan efektif dan etis, bahkan sebagian justru melanggar EPI (Etika Pariwara Indonesia, Red) .” kata dia.

Berdasar data Badan Pengawas Periklanan (BPP) PPPI periode 2005-2008, ditemukan 346 iklan bermasalah. Sekitar 277 iklan di antaranya dinyatakan melanggar etika pariwara. Kebanyakan pelanggaran tersebut terkait dengan penggunaan istilah atau kata yang bersifat superlatif tanpa bukti pendukung yang objektif. “Hingga Oktober 2009, ditemukan 150 kasus iklan bermasalah, dan 100 di antaranya dinyatakan melanggar kode etik,” tegasnya.

Meski demikian, dia menyatakan telah terjadi peningkatan kepedulian biro iklan terhadap etika pariwara. Contohnya, pada periode Januari – Juni 2009 ditemukan 68 pelanggaran iklan. Sebanyak 25 kasus ditanggapi positif, oleh biro iklan, 34 kasus lainnya tidak ditanggapi, dan 9 kasus tidak diketahui alamat biro iklannya. “Tapi, BPP PPPI bukanlah lembaga sensor. Kewenangan tersebut sudah dilakukan oleh Badan Sensor Indonesia,” tukasnya.

Dia menambahkan, selama ini sistem pengawasan iklan dilakukan oleh BPP yang bernaung di bawah payung lembaga PPPI. BPP bertugas menyosialisasikan kode etik periklanan dan pembinaan kepada para anggotanya dalam menghasilkan karya-karya pariwara agar sejalan dengan EPI.

Untuk itu, PPPI melakukan nota kesepahaman dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam mendorong efektivitas EPI terhadap beragam pariwara yang muncul di media massa, khususnya televisi. Penandatanganan dilakukan Ketua KPI Prof Sasa Djuarsa Sendjaja Ph.D dan Ketua Umum PPPI Harris Thajeb. “Setelah nota kesepahaman ini, BPP PPPI bersama KPI akan lebih efektif mengatasi berbagai pelanggaran etika yang akan terjadi ke depan,” lanjutnya.

Sumber Diambil dari Koran Jawa Pos

 

 
 
 

PT. BAKTIARTHA PERDANA Office: Jl. Duta Darma VI Blok D6/10 Pondok Hijau Ciputat. Phone : 740 3423 - 9459 1923 Fax : 740 3423
E mail : baktiartha@yahoo.com
Website : www.baktiartha.co.id