| Internet sebagai Sarana
Strategi Biro Iklan
Sumber : http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/01/27/internet-sarana-strategi-biro-iklan/
Strategi Kreatif adalah bentuk terjemahan
dari berbagai informasi mengenai produk, pasar, dan
konsumen sasaran, kedalam suatu posisi tertentu didalam
komunikasi yang untuk merumuskan suatu kegiatan periklanan.
Dengan demikian Strategi Kreatif tidak lepas dari suatu
strategi pemasaran secara keseluruhan. Strategi Kreatif,
melewati tahap pembentukan, evaluasi, seleksi dan pelaksanaan
pesan terhadap suatu produk atau jasa, pada prinsipnya
merupakan manfaat utama yang ditawarkan brand sebagai
suatu pengembangan konsep produk. Pesan dari sebuah
produk harus dapat disampaikan secara kreatif, bahkan
kreativitas ini paling penting dari hanya sekedar biaya
pengeluaran. Pada berbagai macam media iklan dapat ditempatkan.
Trend 2009, perusahaan di Indonesia
banyak menggunakan media iklan baru yaitu internet untuk
memperkenalkan diri mereka ke konsumen maupun relasi
bisnis mereka dengan jalur maya/ internet. Iklan melalui
media internet mulai diperkenalkan dan mulai ramai dipergunakan.
Padahal, Internet awalnya merupakan sebuah Proyek Departemen
Pertahanan A.S. pada tahun 1960-an sebagai piranti untuk
menjamin komunikasi selama serangan nuklir. Ini tumbuh
menjadi sebuah sarana berbagi informasi di kalangan
universitas pada tahun 1970-an dan 1980-an untuk proyek-proyek
riset. Piranti-piranti kunci untuk menggunakan internet,
seperti Gopher, Usenet, dan Mosaic, semuanya dikembangkan
sebagai perangkat lunak gratis. Internet terbuka bagi
pelaku-pelaku komersil pada tahun 1991, dan pertumbuhannya
merebak dengan laju 300% pada tahun 1994. Hanya dibutuhkan
tiga tahun setelah pengenalan kegiatan komersil di Internet
ketika situs-situs komersil melampaui situs-situs pendidikan
yang sebelumnya dominan (Monle Lee, 2004 : 384).
Situs Web adalah salah satu hasil
dari sebuah disain komunikasi visual yang berarti :
1. Disain : Rancangan,
2. Komunikasi
: Suatu mekanisme/alat yang menyebabkan terjadinya
hubungan antara manusia dengan manusia lain. Komunikasi
ini dapat berhasil dengan baik bila lambang-lambang
yang dipakai bisa diterima dari yang melontarkan/komunikator
dengan yang menerima/ komunikan, dan
3. Visual:
sebagai sesuatu yang dapat dilihat. Internet
merupakan media untuk promosi yang berorientasi konsumen.
Penawaran program kontinuitas, pemberian kupon secara
online, undian dan kontes melalui internet, serta sampel
berdasarkan Web, sekarang sudah menyebar luas. Misalnya,
pemberian kupon secara online merupakan media pemberian
kupon yang lebih murah dan terfokus daripada sebuah
direct mail (Shimp, 2002 : 235).
Kenyataan itulah yang ditangkap oleh
perusahaan bisnis semacam Biro Iklan. Walaupun kenyataan
yang ada,
Biro Iklan adalah sumber pembuat
iklan dari suatu produk yang dipercayakan untuk dikenalkan
ke pasar. Tetapi, biro iklan adalah sebuah perusahaan
bisnis dan harus memperkenalkan layanannya ke calon
klien-klien mereka. Sehingga biro iklan pun sangat perlu
menggunakan internet/ layanan maya sebagai ujung tombak
media informasi.
|